HELLO! This is my blog

Selasa, 26 November 2013

Coretan Pagi Ini

Seorang anak ceria, banyak tawa, menutupi kekurangan dengan kepolosannya, mengatakan apa yang harusnya dikatakan, tidak ditutup-tutupi, mampu melihat perasaan seseorang. Dia yang kutemui kemarin siang dan terbayang pagi ini.
Kamu tidak dewasa, karena masih terlihat polos, seperti lantai putih tanpa noda. Kamu seperti kaki tanpa sepatu, kamu seolah sangat peka terhadap situasi panas atau dingin yang langsung menyentuh telapak kakimu. Perasanmu amat peka. Mulutmu mengatakan apa yang seharusnya kamu katakan, tanpa pikir panjang. Walaupun kata-katamu mampu menyakiti seseorang, tapi sebenarnya itu kelebihan yang kamu miliki.
Berkata sesuai dengan kondisi yang ada, walaupun sebenarnya harus lebih dijaga agar tidak menyakiti hati orang lain.
Aku suka dengan sikapnya, mulutnya yang tajam, kepolosannya yang murni dan keramahannya pada setiap orang.
Aku suka itu, tulisan ini untuk orang yang kusuka. _______ ______   


Posted via Blogaway

Sabtu, 23 November 2013

Malam 01:05 WIB

Jangkrik berikan perbedaan malam ini. Dengan suaranya yang lirih, pelan, namun terus bersahutan seolah mengisi kekosongan hati yang sejak tadi menunggu, menunggu dan menunggu....
Bersama suara gitar kulengkapi jeritan si jangkrik ini dengan menyusun harmonisasi nada sambil menunggu, menunggu dan menunggu lagi. Sampai akhirnya aku tahu, dia sepertinya tertidur.
Selamat malam~

Lelah sekali rasanya membayangkan manusia dengan aktivitas seperti dia. Kagum, itu yang terlintas dibenakku. Sepertinya dia tidak mau kehilangan waktu sedetikpun untuk memejamkan matanya, dari pagi hingga akhirnya dia tertidur dimalam yang dingin ini. Meninggalkan raga ini yg masih terjaga, dan yang sedang menunggu.

Hebat sekali dia mengisi kesibukan hidupnya untuk menutupi hatinya yg terluka, aku tahu itu.
Matanya tidak bisa berbohong jika masih ada bayang-bayang manusia, yang sebenarnya masih dia harapkan.
Dia dan masa lalunya seperti manusia yg sedang menaiki sebuah tangga bersama-sama, sampai akhirnya menemui sebuah pintu. Kemudian dia masuk sendiri kedalam pintu itu, namun sendiri, tanpa masa lalunya. Kemana masa lalumu? Dia berdiri diluar pintu yg kau masuki tadi dan terkunci. Sekarang pilihannya apakah kamu ingin berdiam saja sambil menunggu masa lalumu membuka pintu yang sudah terkunci atau berjalan terus sampai menemukan apa yang kamu cari..?
Berjalanlah terus, kamu harus berjalan terus, berjalan sampai akhirnya menemui semua yg baru. Dengan atau tanpa yang namanya soulmate, kakimu harus terus melangkah. Sampai akhirnya kamu menemukan apa yang kamu inginkan.

Hai, ini aku..manusia yg kau tinggalkan malam ini, ini untukmu. 
Tulisan ini mungkin kau anggap sebagai sampah. Buang saja jika memang iya, namun sampah sebaiknya didaur ulang, agar bisa bermanfaat. Bermanfaat untukmu dan orang disekitarmu. Aku bersama sama malam, bersama nyamuk genit yang menggigit gigit, bersama jangkrik yg setia menemani dengan suaranya yang tidak aku mengerti, menulis ini untukmu. _____ ___________


Posted via Blogaway

Kamis, 31 Oktober 2013

Sore Untuk Harapan Kosong

Hai langit sore, sejuk sekali dirimu yg habis terguyur hujan. Memberikan kedamaian kepada setiap insan yg menginjakkan kakinya diatas bumi..

Ada yg aneh ketika kepala ini mendongak keatas, melihat dirimu yg mulai senja. Dan sebentar lagi menghilang diselimuti kain hitam yg gelap dan penuh kesunyian. Dia adalah malam.
Sore ini dilangit seperti ada lembayung bertuliskan 6 huruf, indah sekali seperti pelangi dengan 7 warna. Perlahan aku mulai mengeja huruf itu. _ _ _ _ _ _ susunan huruf yg indah. Membentuk satu nama yg jarang sekali kudengar. Hanya ada satu sepertinya di dunia, dan hanya ada satu di dalam hati ini.
Nama itu seperti kukenal, satu sosok yg tak kujumpai bentuk wajahnya hingga saat ini. Satu sosok misterius yg menyimpan sejuta keunikan, "you are the only exception."
Dan satu sosok yg selalu membuatku bertanya-tanya, membuatku terjebak dalam permainan cintanya, membuat aku yg semula hanya menyelamkan kaki kedalam telaga kasih, sampai akhirnya aku berendam didalam telaga kasih yg dia miliki. Semoga aku tidak tenggelam. Karena sepertinya itu yg aku rasakan sekarang.

Sulit sekali aku untuk naik ke daratan, ke daratan hidupku yg normal. Tapi aku akan mencobanya, karena aku harus berkaca, pantaskah aku menjadi payung untuk melindungnya dari panasnya hidup, atau menjadi penjaga yg selalu melindunginya dari ancaman tangan-tangan kebencian. Kurasa belum.


Posted via Blogaway