Jangkrik berikan perbedaan malam ini. Dengan suaranya yang lirih, pelan, namun terus bersahutan seolah mengisi kekosongan hati yang sejak tadi menunggu, menunggu dan menunggu....
Bersama suara gitar kulengkapi jeritan si jangkrik ini dengan menyusun harmonisasi nada sambil menunggu, menunggu dan menunggu lagi. Sampai akhirnya aku tahu, dia sepertinya tertidur.
Selamat malam~
Lelah sekali rasanya membayangkan manusia dengan aktivitas seperti dia. Kagum, itu yang terlintas dibenakku. Sepertinya dia tidak mau kehilangan waktu sedetikpun untuk memejamkan matanya, dari pagi hingga akhirnya dia tertidur dimalam yang dingin ini. Meninggalkan raga ini yg masih terjaga, dan yang sedang menunggu.
Hebat sekali dia mengisi kesibukan hidupnya untuk menutupi hatinya yg terluka, aku tahu itu.
Matanya tidak bisa berbohong jika masih ada bayang-bayang manusia, yang sebenarnya masih dia harapkan.
Dia dan masa lalunya seperti manusia yg sedang menaiki sebuah tangga bersama-sama, sampai akhirnya menemui sebuah pintu. Kemudian dia masuk sendiri kedalam pintu itu, namun sendiri, tanpa masa lalunya. Kemana masa lalumu? Dia berdiri diluar pintu yg kau masuki tadi dan terkunci. Sekarang pilihannya apakah kamu ingin berdiam saja sambil menunggu masa lalumu membuka pintu yang sudah terkunci atau berjalan terus sampai menemukan apa yang kamu cari..?
Berjalanlah terus, kamu harus berjalan terus, berjalan sampai akhirnya menemui semua yg baru. Dengan atau tanpa yang namanya soulmate, kakimu harus terus melangkah. Sampai akhirnya kamu menemukan apa yang kamu inginkan.
Hai, ini aku..manusia yg kau tinggalkan malam ini, ini untukmu.
Tulisan ini mungkin kau anggap sebagai sampah. Buang saja jika memang iya, namun sampah sebaiknya didaur ulang, agar bisa bermanfaat. Bermanfaat untukmu dan orang disekitarmu. Aku bersama sama malam, bersama nyamuk genit yang menggigit gigit, bersama jangkrik yg setia menemani dengan suaranya yang tidak aku mengerti, menulis ini untukmu. _____ ___________
Posted via Blogaway
Tidak ada komentar:
Posting Komentar